Petuah dari Imam Syafi’i
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan
Petuah Imam Syafi’i ini saya baca berkali kali dari Novel Negeri 5 Menara, Komenter saya cuma satu, SANGAAAARRRR…, Apa iman Syafi’i berpetuah seperti ini untuk menegaskan bahwa kita harus merantau, bahkan Nabi Muhammad juga punya petuahnya yg tidak kalah sangarnya, “Belajarlah Sampai Ke Negeri China”.
Alhamdulillah, didiri saya, saat masih di sekolah menengah pernah punya keinginan agar bisa menjadi anak seribu pulau dan anak semua bangsa, sedikit demi sedikit keyakinan dalam hati itu bisa terwujud. Semua karena Allah semata.