Pitutur Becik

Hidup sejatinya adalah sejarah yg berulang. Mempelajari sejarah memperkaya diri kita dengan segudang permasalahan hidup dan solusinya. Sejarah memperkaya kita dengan hitam putihnya kehidupan, pahit manisnya kenyataan. Sejarah mengajarkan kepada kita, yang buruk pada akhirnya akan terlihat, yang baik pada akhirnya jaya, hanya waktu yang menjadikan semua terlihat terang. Dosa dan pahala tidak pernah tertukar. Kebaikan tak akan pernah tertukar dengan keburukan.

Dengan sejarah, justru kita akan lebih mengenali hidup kita. Setiap kita, diciptakan dengan misi hidupnya sendiri-sendiri. Menjalankan misi yang diemban boleh jadi ia harus melalui malam, melalui derita dan kesedihan yang mendalam. Hidup tentunya tak selalu di atas, tak selalu pula di bawah, semua berotasi. Tak selalu linear, terkadang siklikal. Tapi pada akhirnya setelah kita sudah berada sejarak pada titik kehidupan yang lampau, justru kita bisa dengan jernih melihat yang gelap di masa lalu sesungguhnya bagian dari proses untuk menemukan cahaya saat ini. Kesulitan di masa dulu sejatinya adalah modal untuk menemukan sukses di masa kini.

Keadilan ilahi hanya bisa diyakini oleh mereka yang berjiwa besar. Mereka yang memiliki keyakinan bahwa penguasa bumi dan langit sangat adil dalam menuliskan garis hidup masing-masing makhluknya. Ibarat daun yang jatuh dari pohon tak akan pernah membenci angin, karena itulah titah Tuhan kepadanya. Jatuh bagi daun merupakan manfaat yang lebih besar bagi yang lain, bahkan daun yang busuk pun tak akan menyalahkan siapa pun, mempunyai manfaat yang mulia.

Apapun masalah yang datang padamu, bersyukurlah, justru itu akan memperkaya ilmumu. Terkadang ada manfaat bagi orang lain, dengan masalah yang kamu terima. Jika saat ini kamu merasa terpuruk, merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung di dunia, bertahanlah, waktu saja yang kan menjadi obatnya, ketika sudah saatnya, semua akan terasa indah, terasa jernih untuk diambil hikmah dan manfaatnya.

Bagaimana dengan perasaan hati? Apakah harus sedih atau bahagia ketika merasa terpuruk?. Sebelum menjawab itu, kita harus tahu terlebih dulu apa definisi kebahagiaan. Pada dasarnya, hatilah yg mengendalikan kebahagiaan. Hakikat sejati kebahagiaan tatkala kita bisa membuat hati bagai danau dalam dengan sumber mata air sebening air mata, sehingga kotoran apapun yang mengusik danau itu, segera akan larut oleh mata air yang senantiasa mengucur deras. Usikan apapun tak akan sanggup membuat keruh air danau tersebut. Jadi, mau berita gembira ataupun kabar buruk yang datang pada kita, hati kita senantiasa jernih dan bahagia. Itulah hakikat kebahagiaan sejati. Tak ada cara lain untuk menjelaskan kebahagiaan sejati selain itu.

Pernikahan Sahabat

Engkau gemilang, malam cemerlang
bagaikan bintang timur sedang mengambang
tak jemu jemu, mata memandang
aku namakan dikau juwita malam

sinar matamu, menari nari
masuk menembus ke dalam jantung kalbu
aku terpikat, masuk perangkap
apa daya asmara sudah melekat
juwita malam, siapakah gerangan tuan
juwita malam, dari bulankah tuan

kereta kita, segera tiba
di Jatinegara kita kan berpisah
berilah nama, alamat serta
esok lusa boleh kita jumpa pula

Tepuk tangan undangan yang hadir sungguh riuh, membuat hati ini tersanjung. Latihan yang keras selama seminggu ternyata berbuah hasil. Tidak hanya mampu menghibur undangan, tetapi juga mampu mengundang senyum bahagia pada sahabat yang tengah duduk di pelaminan, menikmati indahnya hari pernikahan.

Vita, seorang sahabat yang mengajari sebuah misteri yang dinamakan rahasia kehidupan. Dalam sebuah percakapan yang mendalam di awal pertemuan dengannya, saat sama-sama menjadi pengurus dalam sebuah badan semi otonom di kampus. Dia menjelaskan mengapa dalam hidup, kadang semua tidak terjadi sesuai skenario terbaik yang telah kita susun. Tetapi juga tidak boleh menganggap hidup seperti sebuah peruntungan dalam meja judi. Jangan pernah bertaruh dalam hidup, kecuali dengan keyakinan untuk menang.

Continue reading

Gila

Namaku Hanggini. Tapi orang memanggilku gila. Atau edan, kenthir, atau apa saja yang bersinonim dengan arti ‘tidak waras’. Aku tidak tahu dan tidak mengerti mengapa mereka memanggilku seperti itu. Apakah karena aku selalu tidur di emperan? Atau karena pakaianku yang compang-camping? Ataukah karena aku sering tertawa sendiri?

Sebenarnya aku tidak selalu tidur di emperan. Kadang aku tidur di bangku taman sana. Di pasar. Di terminal. Atau di halaman rumah orang. Dimana sajalah. Aku tidak terikat tempat. Toh aku tidur di atas bumi yang milik Tuhanku. Bukan milik manusia-manusia itu. Kadang aku malah kasihan dengan mereka. Untuk memejamkan mata saja kok repot sekali. Harus di atas tempat tidur, harus hangat..bla..bla..bla..ugh, repot sekali. Lebih baik seperti aku, begitu ngantuk, langsung ‘nglekar’.

Continue reading

Selamat Malam Gischi

August,21 2005
Tengah malam

Selamat malam Gischi.

Entah kenapa tiba-tiba malam ini aku teringat kepadamu. Mungkin karena tadi aku baru saja nonton fear factor yang salah satu pesertanya bernama Gischi. Seperti namamu. Tapi sayang ia kalah Gis. Jatuh ketika bergelantungan di helikopter. Lewatlah 50 ribu dollar itu.

Apa kabar Gischi. Apa kabar Inggris? Di email terakhirmu kau tidak menceritakan tentang suasana di sana seperti emailmu yang lalu-lalu. Padahal cerita tentang Inggrislah yang selalu kunanti dalam setiap emailmu. Cerita tentang sebuah negeri yang mungkin tidak akan pernah kukunjungi. Cerita tentang sungai Thames-nya. Cerita tentang sebuah negeri dengan raja, ratu serta pangeran tampan dan puteri cantik, bagaikan di dongeng saja.

Bukan cerita tentang dorm-mu atau teman-temanmu yang kau sebut sok karena sering meremehkan semua yang bukan berasal dari barat. Hari gini, jaman globalisasi begini, masih ada juga yang mempermasalahkan perbedaan suku bangsa?! Halooo…kemana aja mas-mas bule?!! Kalo menurutku sih biarkan saja mereka Gis. Anjing menggonggong kafilah berlalu.

Continue reading

Dibalik "Gambaru" Jepang dan Semangat Puputan

gambaru2Salut buat “Gambaru” nya Jepang, seperti yang ditulis oleh rouliesther dalam tulisannya “Say YES to GAMBARU!”. Menurut rouliesther GAMBARU bermakna berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan atau bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan. Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter “keras” dan “mengencangkan”. Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah “mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu”

Continue reading

Masihkah anda dendam kepada Jepang?

Saya ingin bercerita, 3 kisah tentang Jepang. Pertama, belakangan ini film-film China yang dibintangi aktor Donnie Yen, mempunyai latar belakang di kurun masa Perang Dunia II, dimana saat itu Jepang berusaha untuk menduduki dan menguasai wilayah China, yaitu IP Man (2008), Bodyguard and Assassin (2009), dan Legend of the Fist : The Return of Chen Zhen (2010).  Film tersebut seolah ingin menggambarkan bahwa Jepang menang mutlak atas pendudukan sebagian wilayah China, tetapi perlawanan rakyat China juga tak kalah heroik. Dengan teknik kungfu yang diperankan sangat apik oleh Donnie Yen berhasil menggagalkan sebagian kecil dari pasukan jepang. Terkesan menunjukkan bahwa China ingin melawan keserakahan Jepang.

Continue reading

Surat Terbuka Untuk Lionel Messi

Bukan sekedar kemenangan, pun kalungan gelar yang glamour, tapi kaki-kaki yang terus berlari dan berlari membawa senyum, menari di sehampar padang hijau. Dan si kecil itu tak pernah berhenti tersenyum, berlari dan berlari mengukuhkan keindahan keberanian tanpa henti. Ia pun selalu menjelma si kecil yang lepas akan sekitar, berlari, jatuh, lari lagi, dijatuhkan dan bangkit kembali. Senyumnya terkulum pada langit saat keindahan lahir di hijau lapang, saat sorai bergemuruh mengerubutnya. Ia selalu memandang langit, mengantar syukur tak berpenghabisan. Continue reading

Inspirasi Dari Borobudur

Borobudur memang layak dibanggakan oleh anak bangsa, sebuah maha karya konstruksi yang dibangun sekitar 800 masehi, hasil ide dan pemikiran anak bangsa. Mpu Gunadharma satu – satunya anak bangsa yang namanya tercatat dalam Negarakertagama. Dalam kitab tersebut, Gunadharma disebut sebagai sang arsitek. Berterimakasihlah pada Mpu Prapanca yang saat itu sadar bahwa budaya menulis adalah sangat penting, sehingga generasi di jaman sekarang tahu bahwa Borobudur di desain oleh Mpu Gunadharma. Continue reading

7 Nov 2009–19 Feb 2011

7 Nov 2009 adalah tanggal terakhir saya menulis di blog ini, dan sekarang tanggal 19 feb 2011 saya mulai kembali mencoba menulis catatan – catatan ringan di blog ini. Hmmm… waktu yang cukup lama bagi saya untuk hibernasi (mati suri) dalam merawat blog ini. Sekitar 1,28 tahun atau 15,6 bulan, tepatnya 468 hari, saya tidak menuliskan apa apa di sini. Continue reading

National Geographic menilai Borobudur

National Geographic Traveler bulan ini mengumumkan hasil survey 133 obyek wisata di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia, Candi Borobudur. Bagaimana hasilnya?

Dikatakan bahwa Candi Budha yg berdiri sejak abad ke delapan ini secara arkeologis masih tetap bersinar sampai sekarang, tetapi dikatakan juga bahwa kecantikannya bisa hilang dan tak menarik lagi karena banyaknya pedangan asongan yg sangat agresif . Continue reading