National Geographic menilai Borobudur

2009 November 7
by adasupriadi

National Geographic Traveler bulan ini mengumumkan hasil survey 133 obyek wisata di seluruh dunia, salah satunya di Indonesia, Candi Borobudur.

Bagaimana hasilnya?

Dikatakan bahwa Candi Budha yg berdiri sejak abad ke delapan ini secara arkeologis masih tetap bersinar sampai sekarang, tetapi dikatakan juga bahwa kecantikannya bisa hilang dan tak menarik lagi karena banyaknya pedangan asongan yg sangat agresif .

Seorang panelis dari Tim Survey (anonim) mengatakan bahwa Candi ini kondisinya secara arkeologis lebih baik daripada waktu dia pertama kali mengunjunginya di Tahun 1983. Namun banyaknya pedagang asongan dan kios-kios di jalan masuk dan di rute jalan keluar, tidak mencerminkan fungsi Bangunan Candi itu sendiri yg notabene adalah situs keagamaan, walaupun kios-kios itu sudah tertata rapi.

Ini adalah monumen keagamaan, namun tidak mampu menghubungkan dengan sisi keagamannya. Pengunjung hanya menunjukkan sedikit rasa hormat terhadap fungsi keagamaan candi ini. Dan masyarakat juga memandang Candi ini sebagai obyek wisata belaka.

Waktu yg tepat untuk mengalami atmosfer keagamaan adalah di pagi hari, tepat sebelum fajar menyingsing.

Borobudur adalah situs yg terpelihara dengan baik, tetapi benar-benar terputus dengan lingkungan dimana dia berada. Ada banyak peraturan, tetapi peraturan hanya untuk dilanggar. Masalah pedagang asongan yg agresif bahkan sangat mengganggu turis mancanegara masih sangat besar, dan tidak ada pihak terkait yg peduli.

Borobudur memang tidak seperti Bali, Bali adalah obyek wisata yg sinergi antara keindahan dan religi, dilestarikan oleh masyarakatnya, dan sisi kereligiusannya masih menonjol. Seandainya desa di sekitar Borobudur masih banyak pemeluk Budha, mungkin Candhi ini akan menonjol aura keagamannya, seperti Bali dengan agama Hindunya.

Dalam survey ini Borobudur mendapat score 58, sebenarnya saya tidak begitu peduli pada scorenya, tapi komentar pahit yg dikatakan memang benar adanya, sejujurnya tak hanya Borobudur yg penuh dengan lapak2 dan pedagang asongan, hampir di semua obyek wisata di Indonesia sepertinya pihak terkait masih kewalahan dalam menertibkannya.

Saya pernah membaca literatur tentang Telaga Sarangan, Tawang Mangu. Dalam litaratur tsb dikatakan bahwa di jaman Hindia Belanda dulu, telaga itu adalah tempat favorit Noni-Noni Belanda untuk bercengkrama, berpesiar menghabiskan libur akhir pekan, mereka menjalin kasih asmara di telaga itu, sungguh syahdu, damai, dan penuh rasa cinta kasih. Tempat itu sungguh menarik hati saya, waktu masih tinggal di Jogja, aku sempatkan untuk mengunjunginya, dan hasilnya berbeda dengan yg digambarkan dalam literatur tsb.Telaga itu sekarang penuh sesak dengan lapak-lapak yg beratap terpal berwarna oranye dan biru, bau busuk dari sampah yg terbuang tidak pada tempatnya.

Yang saya sukai malah perjalannya menuju ke telaga tsb. Sejauh mata memandang, hijau tanaman khas pegunungan, sayur mayur yg harum, wortel-wortel yang siap dipanen, terasiring sawah yg tertata rapi. Saat kabut turun, hujan membasahi tanah adalah momen indah yang masih tersimpan dalam hati saya.

Sumber: http://traveler.nationalgeographic.com/2009/11/destinations-rated/asia-text/4

Petuah dari Imam Syafi’i

2009 October 10
by adasupriadi

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa

jika di dalam hutan

Petuah Imam Syafi’i ini saya baca berkali kali dari Novel Negeri 5 Menara, Komenter saya cuma satu, SANGAAAARRRR…, Apa iman Syafi’i berpetuah seperti ini untuk menegaskan bahwa kita harus merantau, bahkan Nabi Muhammad juga punya petuahnya yg tidak kalah sangarnya, “Belajarlah Sampai Ke Negeri China”.

Alhamdulillah, didiri saya, saat masih di sekolah menengah pernah punya keinginan agar bisa menjadi anak seribu pulau dan anak semua bangsa, sedikit demi sedikit keyakinan dalam hati itu bisa terwujud. Semua karena Allah semata.

Cross Section of Borobudur

2009 April 27
by adasupriadi

Ini adalah potongan melintang candi Borobudur

cbHidden foot adalah kaki terpendam Candi Borobudur yang menyimpan relief karmawibhangga. Langkan umumnya disebut sebagai gallery atau balkon, karena bentuknya seperti railing atau balustrade yg terbuat dari batu berukir.

gambar diperoleh dari www.borobudur.tv

Kumala Island

2009 April 19
by adasupriadi

Continuing my previous note on June 2008 “Introducing Kutai kartanegara“.  This time I try to tell about Kumala island of Kukar, Kukar is abbreviation of Kutai Kartanegara.

Let’s start with Google earth; this is the best virtual way to visit Kumala Island as good as by airplane. Fill the “fly to” form on Google earth with coordinate below;

0°25′35.37″S, 116°59′54.87″E

Just copy and then paste, automatically will guide you to Kumala Island, and you will find the island same with picture below;

kumala-earth

I don’t know why the upper side of this photo is blurred. My guess is because it’s a free edition of google earth, so some features are limited. But, I think it’s helpful enough. ;)

From the photo above, we directly can imagine what like the island is. There is a small island; there is a river, and there is a land. The small island that is located in the centre of the river is Kumala. If I may guess your imagination, perhaps most of you would think that the picture above looks alike Samosir Island of Toba lake in North Sumatra. Yeah… both of them have some similarities and dissimilarities, I’m sure you know what the similarities are, but the point of the dissimilarity is that Samosir is located in the centre of lake, and Kumala is located in the centre of the river, Mahakam river.

With ruler tool all of you can measure the dimensions; you can just click and get the result;

kumala-dimensions

The length of Kumala (red line) is about 2,7 kilometers; The Width (green line) is about 0,4 Kilometers. And the width of Mahakam River (blue line) is about 1,2 Kilometers.

Great…

kumala-earth21

Do you agree with me if the shape of kumala is like a battle ship?

How can be that happened?

Not only Samosir has folklore, Kumala has folklore too. People of Kukar believe that the formed of Kumala Island was initiated by the sink of British or Dutch Ship on a battle against Kutai Kingdom, occurred approximately on 17th Century. For more than four hundred years, soils which carried by the river from upper side to bottom side are stayed on carcass of ship, and the sedimentation of soils become an island. Believe or not? It depends on you, but until now, there is still no scientific explanation about the formed of the island.

kumala-front

Nowadays, the island is purposed as tourism object, the concept is like Dufan Jakarta, had been built several children Parks, imitated lake, pool, restaurants, cottages, sky tower, and etc…

kumala-land

How to reach there? Just have airplane ticket with destination to Balikpapan, East Kalimantan, and about 2, 5 hours by car you can reach to Samarinda and 1 hour you reach Tenggarong, city of Kukar.

kumala-path

Kisah Paklik, Saya, dan Majapahit

2009 April 13
by adasupriadi

Paklik saya adalah pemilik bengkel Majapahit Motor I di Mojokerto, dan Majapahit Motor II di Sidoarjo. Saya tidak akan bercerita bengkel motornya, tapi dari nama yg diambilnya untuk bengkelnya, dapat digambarkan bagaimana ngefansnya beliau ini dengan Majapahit. Kalo istilah gaulnya paklik saya ini orangnya Majapahiters…yaitu orang yg selalu ngefans dan mengagung-agungkan Majapahit…hehehe…:D

Semasa kecil, hampir tiap kali bapak saya mengajak berkunjung ke rumah paklik, beliau selalu mencekoki saya dengan cerita-cerita Majapahit. Beliau berusaha keras meyakinkan agar anak2 kecil (saya waktu itu) mencintai nenek moyangnya, agar tahu dan sadar bahwa dulu kala, nenek moyangnya pernah sangat disegani dimuka bumi ini. Sampai sekarang saya salut dengan usaha paklik memprovokasi saya. Hehehe…waktu kecil, cerita silat saja yg saya sukai dari paklik… :)

Di kolam Segaran, paklik selalu bercerita, di jaman Majapahit dulu, setelah menjamu tamu kerajaan di tepian kolam, piring dan gelas yg kotor  (terbuat dari emas) langsung saja dibuang ke kolam segaran tsb, tetapi setelah tamunya pergi, piring dan gelas itu diangkat kembali dengan jaring…hehehe, kata paklik agar Majapahit tercitrakan sebagai Negara yang sangat kaya raya…tapi memang demikian adanya. Dalam beberapa literature kolam ini juga multifungsi, untuk latihan perang laut, dan pemandian.

kolamsegaran1

Paklik kemudian menceritai saya bagaimana majunya teknologi pengairan dikala itu, abad ke 13, dengan mengajak saya mengunjungi candi Tikus, yang nyatanya merupakan bangunan pengukur debit, di bangunan ini bermuara ke puluhan saluran.

Candi Tikus

Untuk memberi tahu teknologi bangunan sudah maju pada masa Majapahit, paklik cukup mengajak keliling ke semua candi di kompleks situs trowulan dan kemudian berkata,

Le.., coba kamu perhatikan, semua bangunan ini dari batu bata, dan bayangkan bagaimana pada jaman itu batu bata diproduksi massal untuk digunakan dalam pembangunan.’ Warga Majapahit tidak lagi bangsa yang mencari batuan untuk pembangunan, mereka sudah mengenal kata produksi, membuat, membuat, dan terus membuat….

Lihatlah batu bata ini, kualitasnya tinggi, sambil tangan paklik mengetuk2 bata di candi bajang ratu, dengan teknologi yang maju masa itu, direkatkan satu sama lain dan masih kokoh sampai sekarang.

Candi Bajang Ratu

Saya jadi kangen ketemu paklik saya, kangen ke Trowulan, ke wonorejo untuk melihat penduduk membakar batu bata. Ada cerita yg tidak akan terlupakan saat paklik ikut mengiringi acara pertunangan saya dengan calon istri saya. Kebetulan calon istri berdomisili di daerah Bogor. Ketika acara lamaran, paklik berkenan menyampaikan sepatah kata, dan saya terharu dengan kalimat beliau, intinya kurang lebih begini;

“anak saya ini datang jauh-jauh ke bogor untuk menyampaikan permohonannya untuk melamar, dan permohonannya harus diterima, sebab kalo tidak diterima maka sejarah akan berulang, akan terjadi perang seperti di jaman Majapahit”

Hahahahaha….saat itu semua yang datang tertawa, benar2 mencairkan suasana yang awalnya tegang, saya pun jadi rileks…senang… heppi.. :D

Kemudian sepulang dari acara itu, paklik saya mulai berdongeng tentang bagaimana Hayam Wuruk saat melamar Dyah Pitaloka Citraresmi, Sang putri Kerajaan Sunda Galuh, yang cantik jelita tiada banding. Sunda Galuh sudah menyetujui lamaran Raja Majapahit, dan rombongan kemanten Sunda Galuh ngunduh mantu, diboyong ke Majapahit. Namun sayang, iring-iringan kemanten Sundah galuh berakhir tragis dalam sebuah peperangan yg dikenal sbg Perang Bubat, akibat adanya pihak yang memancing di air keruh.

Paklik saya hanyalah orang biasa, berdomisili di Mojokerto, mencintai nenek moyangnya, dan merasa ikut memiliki peninggalan Majapahit, pembicaraan melalui telepon beberapa bulan lalu saat hangat hangatnya berita pembangunan Pusat Informasi Majapahit, paklik saya menyampaikan pendapatnya kepada saya;

Saya sependapat dengan program Pak Jero Wacik (Menbudpar), visinya untuk mengenang kejayaan lama dari negeri ini, ibarat memberi nyawa baru kepada kita semua, menghidupkan semangat nasionalisme para generasi muda yang sudah mulai redup. Mereka harus tahu bahwa benderanya dulu sangat di segani dan dihormati dimuka bumi ini” Kata paklik berapi-api.

ilistrasi-trowulan-sedang-dibangun-pim

Meski akhirnya Pak Jero Wacik tersandung batu akibat lalai tidak mengindahkan kaidah-kaidah arkeologis, namun paklik saya masih terus sependapat dengan beliau, Tidak ada masalah saat ini harus berhenti sementara untuk evaluasi, tetapi lokasi situs trowulan tetap harus dibina, dikembangkan, dibangunkan pusat informasi, dengan tujuan utama untuk mencegah hilangnya informasi buat generasi mendatang, syukur-syukur kalo bisa jadi tujuan wisata bekelas internasional dan mendatangkan devisa.

Paklik….paklik… :D

foto kolam segaran diunduh dari www.mojokerto.info
ilustrasi by kendra paramita, discan dari majalah Tempo edisi 26 Jan 2009.
foto gerbang bajang ratu dan candi tikus saya ambil sendiri, awal tahun 2007.



The Waterworld of Candi Borobudur

2009 April 7
by adasupriadi

Presentasi dibawah ini saya peroleh dari website milik   Bpk. Ir. Djoko Luknanto, M.Sc. Ph.D

Beliau seorang peneliti Sumber Daya Air di Laboratorium Hidrolika Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan UGM.

Makalah ini merupakan wujud pengabdiannya kepada Indonesia, :D ….. terimakasih pak!

water-world-borobudur1

Makalah ini adalah hasil penelitian beliau mengenai kondisi air di candi yang dilakukan pada saat kondisi Candi Borobudur setelah mengalami restorasi, jadi sudah ada struktur tambahan untuk memperpanjang umur candi.

Dapat didownload di luk.staff.ugm.ac.id

borobudur-jl

Selamat menikmati, terus mencari artikel untuk mengagumi Borobudur…

INDONENGLISH

2009 March 31
by adasupriadi

(sumber : Kompas 2005)

I am very sad about the use of Indonesian language recently.

What’s happen with my Indonesian language?

Why citizen who confess as Indonesian aren’t proud to use Indonesian language?

But actually we had agreed to use it since 1928.

There are many examples around my neighborhood such as

  1. Many people like speaking English better than Indonesian, but not in proper way. They often mix English and Indonesia in one sentence, to look has higher prestige.
    1. I will not survive by Project Pop
    2. So what gitu loh!
    3. Please deh!
  2. Public Places such as mall, hotel, café, are often made into English.
    1. Safir square
    2. Malioboro mall
    3. Avenue pizza at JC Junction
  3. The Title of Indonesian Films
    1. Eiffel I’m in Love
    2. Virgin
    3. Etc
  4. The Title of Books
    1. Jakarta Undercover
    2. Red Diary
  5. One of parliament’s members always speaks “I don’t care” to answer critics.

The fact above proves that Indonesian is just as communication media, not is as united language

Look at Singapore, they have Singlish because they contains of various tribes from many countries, India, Malaya, and China.

How about Indonesia? Do we use Indonenglish like them too?

Indonesian Language has never made us proud as Indonesian citizens yet.

Frankly, there are many magazines, articles; newspapers have been made to critic about that.

Truly, we should thanks to PKKI, because without them we never know about, akar serabut, berat jenis, and others words. Look at Malaysia, they can’t use Malaya language in formal occasion, but we can do it.

The fact shows that people confuse to choose east or west culture.

Unfortunately, that habit comes from rich, elite, and modern family, they like to be judge as western.

This problem has to be solved by using the right grammar of Indonesian

Like a food, Indonesian language already has many ingredients, but it’s not balance, so when we cook it, the taste isn’t delicious but we still need it to overcome ethnic problems and different language in this country.

But when we almost reach this goal, why do we uncertain as Indonesian people. That is problem that has to be answered by all of us.

Konstruksi Tanah Pondasi Candi Borobudur

2009 March 25
by adasupriadi

Bagaimana sih pondasi Candi Borobudur?dott_sampurno

Berikut penjelasan Pak Sampurno (Profil sang Professor)

Candi Borobudur itu merupakan tumpukan batu yang diletakkan di atas gundukan tanah sebagai intinya, sehingga bukan merupakan tumpukan batuan yang masif. Inti tanah juga sengaja dibuat berundak-undak dan bagian atasnya diratakan untuk meletakkan batuan candi.

Ooo.. kirain seluruhnya batu tuh candi, ternyata inti Candi berupa bukit toh pak…

mmm…ga ada pondasinya toh? Batu diletakkan saja? Hebat ya…. Tahun 800 M, punya ide bikin bangunan kaya gini…

weleh…welehh… lha kalo tanahnya ga kuat, bisa ambles tho mestinya?

Ini lho yang bikin dunia tercengang…ngang…ngang… lha mustinya empu2 waktu itu sudah tahu ilmu mekanika tanah dong…untuk mengetahui kuat dukung tanahnya dan karakter tanahnya….Empu Gunadharma hebat ya….nenek moyang kita semua lho…Indonesia lho…

Kita simak lagi penjelasan Prof Sampurno… read more…

Sekedar datang sebelum kembali

2009 March 24
by adasupriadi

Kalau boleh aku mengambil pemikiran seorang sastrawan bali, “sekedar datang sebelum kembali”. Dia berkata, ibarat kita di dalam sebuah rumah, terasa biasa dan sekedarnya, tetapi ketika kita mencoba untuk keluar rumah, kita akan dapat melihat bentuk rumah kita, melihat warna dinding luarnya, melihat kombinasi atapnya, serasa kita lebih mengenal dekat dengan rumah kita sendiri. Serupa halnya dengan keluar dari Indonesia, kau bukan semakin jauh dari Indonesia, tetapi malah semakin dekat. Dan bukankah sumber2 sejarah Indonesia banyak bertebaran diluar negeri, main2 lah ke belanda, bacalah babad tanah jawi, borobudur, habis gelap terbitlah terang, kau akan semakin memahami Indonesia seakan kau telah datang sebelum kembali.

Buat seluruh duta pelajar Indonesia di Eropa, ajaklah dunia mencintai negrimu…

Film Borobudur di Garuda Indonesia

2009 March 22
by adasupriadi

borobudur-garuda-indonesia

1949-2009, dalam masa kurun 60 tahun, Garuda Indonesia telah melayani Indonesia. Dengan manajemen yang baru kayanya Garuda Indonesia mulai melebarkan sayapnya,ck..ck..ck….hebat…hebat…  lumayanlah :D

Mulai meluaskan jangkauan terbangnya ke Hongkong, ke Shanghai, Ke Adelaide, mempersiapkan dirinya dengan armada-armada baru, beritanya sih sudah teken kontrak. Selaras dengan Visinya untuk menjadi ‘Perusahaan Penerbangan Pilihan Utama di Indonesia dan Berdaya Saing di Internasional’

beberapa pekan lalu, saya naik garuda, jarang-jarang banget naik pesawat ini, muahal bos… kecuali kalo kepepet, keplintir, kejedug, alah…….pastinya dibayari, hehehe… :D

Nah, pada saat itu saya surprised pada tayangan di tv garuda airvision, karena yang lalu-lalu biasanya hanya diputar funny videos, tapi kali itu adalah film dokumenter tentang Sejarah Candi Borobudur yg dibuat bekerja sama dengan pengelola Candi Borobudur, PT. Taman Wisata Candi Borobudur.

Penasaran???

read more…